English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
NAHDLATUL ULAMA BERKOMITMEN TETAP MEMPERTAHANKAN PANCASILA DAN UUD 1945 DALAM WADAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Karena menurut NU, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI adalah upaya final umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia

MAUTUL 'ALIM MAUTUL 'ALAM

Diposting oleh Musholla BAITUL HASAN Senin, 08 Februari 2010 0 komentar


Engkau
Guru Bangsa
Salah Seorang Putra Terbaik Indonesia
Tokoh Pemimpin Mendunia

Engkau
Ulama mulia
Pelita buana
Panutan Umat
Pelayan masyarakat
Pelopor syura dan demokrasi
Penebar perdamaian
Penabur keadilan

Kecerdasan dan Pemikiranmu
Keberanian dan Keteguhanmu
Kearifan dan Kebijakanmu
Kesederhanaan dan Kepedulianmu
Kepiawaian dan Kecerdikanmu
Wibawa dan Candamu
Perjuangan dan Pengorbananmu
adalah Suri Tauladan
Menembus relung hati paling dalam
Melahirkan perubahan
Mewarnai kehidupan
untuk
Menggapai cita-cita Bangsa

Kini
Engkau telah tiada
meninggalan kami,semua
Engkau telah kembali
ke hadirat Ilahi

Manghfirah dan Tsawab
Rahmat dan RidlaNya
selalu menyertaimu,Semoga
Amin

*doa jutaan Nahdliyyin*

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji'un

Mauul 'Alim,Mautul 'Alam

Soewanto widjaya,orang gila masa kini

Diposting oleh Musholla BAITUL HASAN Senin, 18 Januari 2010 0 komentar

Belum begitu lupa dari ingatan kita kepada Salman rusdie yang menyerang islam,alqur'an dan nabi Muhammad SAW lewat bukunya,Satanic verses yang mengakibatkan pemerintah iran menjatuhkan fatwa hukuman mati kepadanya.
Kini,kita kembali diingatkan kebusukan Salman rusdie dengan munculnya Soewanto widjaja,duplikatnya salman rusdie di negara ini.ia adalah budhis medan(profil di akun fesbuk) yang getol melecehkan islam dan Rosululloh S.A.W.selain di fesbuk,orang dungu ini melancarkan fitnahnya terhadap muslimin lewat jejaring twitter dan sebuah blog di wordpress dengan nama Berita muslim sahih,dari nama blog yang di pakai,ini adalah nyata bahwa selain memprovokasi antar umat beragama,Soewanto widjaja berniat menyebarkan kesesatan pemahamannya terhadap islam kepada orang lain.
Sebenarnya kita tidak terlalu kaget dengan munculnya orang dungu ini,karena dalam islam ini bukan fenomena baru,karena dari dahulu sudah ada ratusan orang yang rajin menghujat dan menyebarkan kebohongan tentang Islam,Alqur'an,nabi Muhammad dan bahkan Allah S.W.T lewat berbagai cara,pola dan modus serta media yang berbeda beda.dan hasilnya TIDAK PERNAH BERHASIL melemahkan dan menistakan Islam yang Ya'lu wala yu'la alaih,kecuali hujatan balik dan antipati dari masyarakat muslim kepada pelaku penistaan agama tersebut.dan ini merupakan 'reaksi wajib' dari umat islam apabila agamanya dilecehkan.
Disini saya melihat peran pemerintah melalui aparat terkait belum kelihatan menangani kasus penodaan dan penistaan terhadap agama oleh Soewanto dan timnya. Mungkinkah pemerintah kita menunggu kerusuhan antar agama terjadi,dan baru ditangani?tanya kenapa?

IN MEMORIAM GUSDUR

Diposting oleh Musholla BAITUL HASAN Jumat, 08 Januari 2010 0 komentar

Gelar pahlawan terlalu kecil bagi Gusdur dibanding jasa dan kontribusi beliau untuk demokrasi,egalitarian,pluralisme dan kemanusiaan.

KH.ABDURRAHMAN WAHID meninggal dunia pada Rabu (30 12 /2009) sekitar pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah sempat dirawat beberapa hari dan menjalani cuci darah. Gus Dur meninggalkan seorang istri, Shinta Nuriyah, dan empat anak, masing-masing Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zanuba Arifah, Anita Hayatunnufus, dan Inayah. Perjalanan hidupnya dimulai di Jombang, Jawa Timur, tempat ia lahir pada 4 Agustus 1940. menjalani pendidikan sekolah dasar di Jakarta sejak tahun 1953 dan melanjutkan ke SMEP di Yogyakarta tahun 1956. Kemudian, Gus Dur melanjutkan pendidikan di pesantren Tambakberas Jombang pada tahun 1963. Gus Dur juga sempat mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar, Department of Higher Islamic and Arabic Studies, Kairo dan Fakultas Sastra, Universitas Baghdad, Irak, pada tahun 1970 tetapi tak sempat menyelesaikan. Selepas itu, Gus Dur berkarier menjadi guru dan dosen selama bertahun-tahun. Gus Dur menjadi Guru Madrasah Mu'allimat, Jombang ( 1959 - 1963) Dosen Universitas Hasyim Asyhari, Jombang (1972- 1974) , dan Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asyhari, Jombang ( 1972-1974). Gus Dur juga aktif di pesantren menjadi sekretaris Pesantren Tebuireng, Jombang ( 1974-1979) menjadi konsultan di berbagai lembaga dan departemen pemerintahan pada tahun 1976. Selanjutnya, Gus Dur menjadi pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta, sejak tahun 1976 hingga sekarang. Di organisasi Nahdlatul Ulama, Gus Dur menjadi anggota Syuriah Nahdlatul Ulama tahun 1979- 1984. Ia juga menjabat Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk tiga periode. Masing-masing 1984-1989 , dan 1994-1999. Sementara itu di bidang pemerintahan, Gus Dur pernah duduk, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif. Ia menjadi anggota MPR dari utusan golongan selama dua periode. Masing-masing periode 1987-1992 dan 1999-2004. Karier politik tertingginya adalah menjadi Presiden RI selama 2 tahun pada 1999-2001. Gus Dur dikenal sebagai tokoh kerukunan umat beragama, bahkan cukup kontroversial karena menjadi anggota Dewan Pendiri Shimon Peres Peace Center, Tel Aviv, Israel. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Kelompok Tiga Agama, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi, yang dibentuk di Universitas Al Kala, Spanyol, serta Pendiri Forum 2000 ( organisisasi yang mementingkan hubungan antaragama). Ia juga pernah menjabat Ketua Dewan Internasional Konferensi Dunia bagi Agama dan Perdamaian atau World Conference on Religion and Peace (WCRP), Italia, tahun 1994. Gus Dur juga pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Dewan Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) periode 1983-1985. Meski mengalami penurunan kemampuan melihat, Gus Dur dikenal masih suka membaca melalui suido book bahkan sampai menjelang akhir hayatnya. Ia juga dikenal produktif menulis artikel dan buku. Gus Dur juga banyak mendapat penghargaan, seperti gelar doktor honoris causa dari Universitas Jawaharlal Nehru, India, Bintang Tanda Jasa Kelas 1 , Bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan dari Pemerintah Mesir, Pin Penghargaan Keluarga Berencana dari Perhimpunan Keluarga Berencana I, Ramon Magsaysay, Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI BJ Habibie, gelar doktor honoris causa bidang perdamaian dari Soka University Jepang (2000) , Global Tolerance Award dari Friends of the United Nations New York (2003) , World Peace Prize Award dari World Peace Prize Awarding Council (WPPAC) Seoul Korea Selatan (2003) Presiden World Headquarters on Non-Violence Peace Movement (2003) , penghargaan dari Simon Wiethemtal Center Amerika Serikat (2008) penghargaan dari Mebal Valor Amerika Serikat ( 2008) , penghargaan dan kehormatan dari Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat, yang memakai namanya untuk penghargaan terhadap studi dan pengkajian kerukunan antarumat beragama, Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
INGAT, PEMILU / PILKADA JANGAN GOLPUT :
SATU SUARA ADALAH SATU HARAPAN JIKA SATU SUARA TERBUANG BERARTI SATU HARAPAN HILANG
JIKA ANDA GOLPUT ANDA KEHILANGAN KESEMPATAN MEMPERBAIKI BANGSA INI

PEMBERITAHUAN LAMAN INI MENERIMA SUMBANGAN ARTIKEL KEASWAJAAN, KEBANGSAAN DAN KEINDONESIAN Kirimkan Artikel anda ke : alhasan-petarukan@gmail.com